Oleh: Slamet Haryanto | Agustus 20, 2008

Puasa dan Detoksifikasi 2

Seberapa penting detoksifikasi?

            Puasa mungkin menjadi metode detoksifikasi tertua sepanjang sejarah, dan paling efektif dan aman. Selama berpuasa, seseorang tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam, sehingga organ-organ tubuh yang berhubungan dengan sistem       pencernaan       ikut

beristirahat. Dengan dimikian tubuh memiliki energi untuk melakukan hal lain, yaitu membuang racun atau toksin yang menumpuk. Dalam buku Juice Fasting and Detoxification : Use the Healing Power of Fresh Juice to Feel Young and Look Great : The Fastest Way to Restore Your Health. Steve Meyerowitz, Michael Parman, dan Beth Robbins mengeluarkan pendapat senada. Menurut mereka, berpuasa  menjadi cara detoksifikasi yang aman dan tepat. Saat berpuasa, racun,sel-selmati ,jaringan rusak, dan  kelebihan  lemak yang menumpuk dalam tubuh akan dibakar dan dipaksa keluar dari tubuh. Otomatis sel-sel tubuh diberi kesempatan memperbarui diri.

Dari mana munculnya toksinatau racun dalam tubuh? Proses metabolisme tubuh,menghasilkan ampas atau toksin. “Sebenarnya secara alami tubuh kita melakukan detoksifikasi setiap

hari”, terang Linda Page, ND, Ph.D., doktor naturopatik sekaligus penulis buku Detoxificasion. “Detoksifikasi, proses tubuh membuang atau menetralisir toksin melalui usus, liver, ginjal, paru-paru, kelenjar limfa, dan kulit”, tulis Linda dalam bukunya. Normalnya bisa dibuang melalui buang air besar, meski bukan jaminan toksin keluar sepenuhnya. Toksin bukan saja akibat penumpukan ampas makanan dan dari makanan yang tidak tercerna, tapi juga berasal dari zat makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat yang ada dalam air minum, bahakan residu obat-obatan. “Tubuh kebingungan mengahadapi subtansi asing yang masuk, sehingga disimpan di luar sistem pembuangan reguler. Racun-racun tadi mulai terbentuk dalam lemak tubuh”, tambah Dr. Linda.

            Apa akibatnya jika toksin tidak dkeluarkan secara berkala dari dalam tubuh? Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh terserap ke dalam darah melalui dinding usus. Toksin yang berada dalam usus akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh tubuh.       

Nah toksin-toksin inilah yang menimbulkan terjadinya beragam kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Makanya, detoksifikasi secara berkala penting dilakukan bagi kesehatan tubuh.

Bagaimana dan seperti apa prosesnya?

Sebenarnya detoksifikasi  bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan puasa atau diet (pengaturan pola makan) tertentu. Salah satu caranya dengan juice fasting, hanya mengkonsumsi jus buah atau sayuran saja.

Ada juga yang hanya minum air putih. Juice fasting mengharuskan mereka yang menjalaninya untuk minum jus setiap  2  jam.  Dan   ini  dijalani selama 7 hingga 40 hari berturut-turut. Tentu tidak langsung, bisa dimulai dengan membiasakan tubuh selama 2 hari dalam 2 minggu kemudian 2 hari dalam seminggu hingga akhirnya terbiasa.

            Nah, puasa sepanjang belasan jam dan berbuka di waktu magrib sebenarnya memberi kesempatan bagi tubuh untuk menjalani proses detoksifikasi . Namun ketika berbuka,    jangan     langsung

menyantap segala jenis makanan. Tindakan “kalap” seperti itu justru memicu  kerja

alat-alat pencernaan  Anda lebih keras. Minum atau makan secara terburu-buru menyebabkan beberapa proses yang dilakukan tubuh terhadap makanan, terlalui. Makanan yang tidak terproses dengan baik akan mengalami pembusukan sebelum waktunya.

            Laju metabolisme selama detoksifikasi akan menurun, demikian pula suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, juga saluaran pernafasan. Ini proses yang alami mengingat tubuh melakukan penghematan energi dan enrgi yang ada dikonsentrasikan untuk membuang racun. Ada dua mekanisme yang dilakukan liver untuk mengeluarkan racun. Fase pertama mengubah toksin menjadi bentuk yang larut lemak. Dengan proses alami, lemak akan segera mengikat toksin yang masuk ke  dalam tubuh. Untuk membuangnya, toksin harus lepas dari  jaringan lemak. Fase kedua  mengubah  toksin 

menjadi bentuk yang larut air sehingga dikeluarkan lewat saluran usus dan urine.

 

Mungkinkah detoksifikasi berjalan optimal?

Puasa menjadi kesempatan terbaik untuk menjalani detoksifikasi. Membersihkan tubuh hingga terbebas dari racun, membuat tubuh kembali fit dan segar. Masalahnya jika tidak bisa menjaga pola makan, percuma saja. Padahal selama sekitar 13 jam organ-organ tubuh beristirahat dan memanfaatkan energi untuk membuang racun.

            Untuk mengoptimalkan kerja organ-organ tubuh, ada baiknya Anda minum suplemen seperti Melia Popolis. Terbuat dari air liur lebah yang dicampur dengan damar lengket yang dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun muda dan kulit pohon poplar.

Fungsinya dapat mengobati berbagai penyakit yang diakibatkan oleh virus, bakteri dan jamur secara cepat tanpa efek samping. Kandungan Propolis : Bioflavonoid (vitamin P), 16 jenis Asam Amino, Mineral, dan Multi vitamin.

Melia Propolis dijamin halal    karena    dijamin    oleh

Al-quran dan diproses  secara

GMP (Good Manufactured Process),       suatu      standar

internasional dibidang proses produksi.

Surat An Nahl, ayat 68 & 69 : “…akan  keluar  dari  perutnya beraneka warnanya, padanya ada obat bagi manusia…”.

 

Manfaat Propois bagi manusia :

1.      Nutrisi otak dan tulang yang sangat baik untuk pertumbuhan Balita dan mencegah Oesteoporosis bagi Manula.

2.      Anti Biotik Alami karena dibuat dari bahan-bahan alami sehingga tidak ada efek samping, Sekaligus membuang racun dari dalam  tubuh kita (detoksifikasi).

3.      Memperbaiki system Kapiler Pembuluh Darah yang tersumbat akibat pengendapan gula dan lemak didalam darah.

4.      Anti Mutan; mecegah pembelahan sel yang tidak sempurna akibat radikal bebas sebagai penyebab utama Kanker dan Tumor.

5.      Dapat mengobati berbagai luka luar, baik luka akibat benda tajam maupun luka bakar secara instan dan sempurna.

 Sehingga secara keseluruhan Melia Propolis bekerja mengoptimalkan fungsi detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh.

 

Jadi optimalkan detoksifikasi dengan puasa dan Melia Propolis.

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: