Kanker ialah sel tubuh yg tumbuh tidak normal, ganas dan jahat, Hypokrates melukiskannya sebagai seekor kepiting (Cancer).
Sel kanker tumbuh cepat, makin lama semakin menonjol keluar dan membesar. Ini menimbulkan kerusakan pada sel lain dan bisa menyerbu ke jaringan sekitarnya, juga mengikuti aliran pembuluh darah dan getah bening. Maka sel kanker akan hinggap pada bagian tubuh yg ditujunya dan berkembang biak di sana. Di daerah yg baru ini, sel kanker akan merusak & menghancurkan sel normal lainnya.
SARAN PENGGUNAAN PROPOLIS:
Minum Propolis min.5 tetes 3 kali sehari, kemudian ditingkatkan hingga max.30 tetes 3kali sehari tergantung stadium penderita kanker. Untuk kanker yg sudah luka atau tampak dari luar tubuh, Propolis dioleskan di tempat kanker itu tumbuh. Bila kanker terdapat dalam mulut rahim, maka Propolis dapat dioleskan lewat lubang kewanitaan. Selain itu wanita yg terkena kanker rahim dapat melakukan perendaman dengan air di campur Propolis.
Caranya: siapkan ember besar atau bak air yg agak besar lalu diisi air hangat secukupnya, dan teteskan 10-15 tetes Propolis ke dalam air tsb dan aduk hingga rata. Rendamlah bagian bawah tubuh sampai payudara. Lama perendaman 10-15 menit, lakukan minimal sekali sehari sblm tidur.
Bagi penderita kanker payudara yg sudah luka, pengobatan dilakukan dgn mengoleskan Propolis ke tempat luka. Apabila luka yg timbul cukup luas, buatlah Propolis sbg obat kompres.
Caranya: siapkan kain kasa steril, lalu basahi dgn Propolis scukupnya & tempelkan pada luka kanker… Setelah itu di tutup dgn plester.
TERAPI KANKER DENGAN PROPOLIS
7 09 2009Komentar : Leave a Comment »
Kategori : AIR LIUR LEBAH
Puasa dan Detoksifikasi 2
20 08 2008Seberapa penting detoksifikasi?
Puasa mungkin menjadi metode detoksifikasi tertua sepanjang sejarah, dan paling efektif dan aman. Selama berpuasa, seseorang tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam, sehingga organ-organ tubuh yang berhubungan dengan sistem pencernaan ikut
beristirahat. Dengan dimikian tubuh memiliki energi untuk melakukan hal lain, yaitu membuang racun atau toksin yang menumpuk. Dalam buku Juice Fasting and Detoxification : Use the Healing Power of Fresh Juice to Feel Young and Look Great : The Fastest Way to Restore Your Health. Steve Meyerowitz, Michael Parman, dan Beth Robbins mengeluarkan pendapat senada. Menurut mereka, berpuasa menjadi cara detoksifikasi yang aman dan tepat. Saat berpuasa, racun,sel-selmati ,jaringan rusak, dan kelebihan lemak yang menumpuk dalam tubuh akan dibakar dan dipaksa keluar dari tubuh. Otomatis sel-sel tubuh diberi kesempatan memperbarui diri.
Dari mana munculnya toksinatau racun dalam tubuh? Proses metabolisme tubuh,menghasilkan ampas atau toksin. “Sebenarnya secara alami tubuh kita melakukan detoksifikasi setiap
hari”, terang Linda Page, ND, Ph.D., doktor naturopatik sekaligus penulis buku Detoxificasion. “Detoksifikasi, proses tubuh membuang atau menetralisir toksin melalui usus, liver, ginjal, paru-paru, kelenjar limfa, dan kulit”, tulis Linda dalam bukunya. Normalnya bisa dibuang melalui buang air besar, meski bukan jaminan toksin keluar sepenuhnya. Toksin bukan saja akibat penumpukan ampas makanan dan dari makanan yang tidak tercerna, tapi juga berasal dari zat makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat yang ada dalam air minum, bahakan residu obat-obatan. “Tubuh kebingungan mengahadapi subtansi asing yang masuk, sehingga disimpan di luar sistem pembuangan reguler. Racun-racun tadi mulai terbentuk dalam lemak tubuh”, tambah Dr. Linda.
Apa akibatnya jika toksin tidak dkeluarkan secara berkala dari dalam tubuh? Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh terserap ke dalam darah melalui dinding usus. Toksin yang berada dalam usus akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh tubuh.
Nah toksin-toksin inilah yang menimbulkan terjadinya beragam kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Makanya, detoksifikasi secara berkala penting dilakukan bagi kesehatan tubuh.
Bagaimana dan seperti apa prosesnya?
Sebenarnya detoksifikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan puasa atau diet (pengaturan pola makan) tertentu. Salah satu caranya dengan juice fasting, hanya mengkonsumsi jus buah atau sayuran saja.
Ada juga yang hanya minum air putih. Juice fasting mengharuskan mereka yang menjalaninya untuk minum jus setiap 2 jam. Dan ini dijalani selama 7 hingga 40 hari berturut-turut. Tentu tidak langsung, bisa dimulai dengan membiasakan tubuh selama 2 hari dalam 2 minggu kemudian 2 hari dalam seminggu hingga akhirnya terbiasa.
Nah, puasa sepanjang belasan jam dan berbuka di waktu magrib sebenarnya memberi kesempatan bagi tubuh untuk menjalani proses detoksifikasi . Namun ketika berbuka, jangan langsung
menyantap segala jenis makanan. Tindakan “kalap” seperti itu justru memicu kerja
alat-alat pencernaan Anda lebih keras. Minum atau makan secara terburu-buru menyebabkan beberapa proses yang dilakukan tubuh terhadap makanan, terlalui. Makanan yang tidak terproses dengan baik akan mengalami pembusukan sebelum waktunya.
Laju metabolisme selama detoksifikasi akan menurun, demikian pula suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, juga saluaran pernafasan. Ini proses yang alami mengingat tubuh melakukan penghematan energi dan enrgi yang ada dikonsentrasikan untuk membuang racun. Ada dua mekanisme yang dilakukan liver untuk mengeluarkan racun. Fase pertama mengubah toksin menjadi bentuk yang larut lemak. Dengan proses alami, lemak akan segera mengikat toksin yang masuk ke dalam tubuh. Untuk membuangnya, toksin harus lepas dari jaringan lemak. Fase kedua mengubah toksin
menjadi bentuk yang larut air sehingga dikeluarkan lewat saluran usus dan urine.
Mungkinkah detoksifikasi berjalan optimal?
Puasa menjadi kesempatan terbaik untuk menjalani detoksifikasi. Membersihkan tubuh hingga terbebas dari racun, membuat tubuh kembali fit dan segar. Masalahnya jika tidak bisa menjaga pola makan, percuma saja. Padahal selama sekitar 13 jam organ-organ tubuh beristirahat dan memanfaatkan energi untuk membuang racun.
Untuk mengoptimalkan kerja organ-organ tubuh, ada baiknya Anda minum suplemen seperti Melia Popolis. Terbuat dari air liur lebah yang dicampur dengan damar lengket yang dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun muda dan kulit pohon poplar.
Fungsinya dapat mengobati berbagai penyakit yang diakibatkan oleh virus, bakteri dan jamur secara cepat tanpa efek samping. Kandungan Propolis : Bioflavonoid (vitamin P), 16 jenis Asam Amino, Mineral, dan Multi vitamin.
Melia Propolis dijamin halal karena dijamin oleh
Al-quran dan diproses secara
GMP (Good Manufactured Process), suatu standar
internasional dibidang proses produksi.
Surat An Nahl, ayat 68 & 69 : “…akan keluar dari perutnya beraneka warnanya, padanya ada obat bagi manusia…”.
Manfaat Propois bagi manusia :
1. Nutrisi otak dan tulang yang sangat baik untuk pertumbuhan Balita dan mencegah Oesteoporosis bagi Manula.
2. Anti Biotik Alami karena dibuat dari bahan-bahan alami sehingga tidak ada efek samping, Sekaligus membuang racun dari dalam tubuh kita (detoksifikasi).
3. Memperbaiki system Kapiler Pembuluh Darah yang tersumbat akibat pengendapan gula dan lemak didalam darah.
4. Anti Mutan; mecegah pembelahan sel yang tidak sempurna akibat radikal bebas sebagai penyebab utama Kanker dan Tumor.
5. Dapat mengobati berbagai luka luar, baik luka akibat benda tajam maupun luka bakar secara instan dan sempurna.
Sehingga secara keseluruhan Melia Propolis bekerja mengoptimalkan fungsi detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh.
Jadi optimalkan detoksifikasi dengan puasa dan Melia Propolis.
Komentar : Comments Off
Tag: detoksifikasi, propolis, puasa, racun, toksin
Kategori : AIR LIUR LEBAH
Puasa dan Detoksifikasi
6 08 2008“HIKMAH PUASA”
Rasulullah Saw bersabda : “Setiap amal baik manusia untuknya, dan satu kebaikan akan dibalas sepuluh sampai tujuh puluh kali lipat. Allah ta’ala berfirman : (Kecuali puasa, ia untuk-Ku, Akulah yang akan membalasnya. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika menemui Rabb-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah lebih harum dari aroma kasturi) hadist riwayat Buchori dan Muslim.
Beberapa hari pertama menjalani puasa membuat Anda lemas, pusing dan mengantuk. Tapi jangan khawatir karena itu lazim dialami mengingat tubuh sedang menjalani proses adaptasi terhadap pola makan yang baru. Setelah melewati hari ketiga, barulah mungkin Anda terbiasa berpantang makanan hingga berbuka puasa. Apa manfaat puasa bagi kesehatan tubuh? Sudah menjadi rahasia umum kalau puasa merupakan proses detoksifikasi alami, namun apa kaitannya dengan kesehatan?
Komentar : Comments Off
Tag: detoksifikasi, propolis, puasa
Kategori : AIR LIUR LEBAH
PROPOLIS BIKIN AWET MUDA
15 07 2008Dari Koran Pak OLES
Artikel oleh: AGUS SALAM
PROF. Hembing Wijayakusuma, seorang pakar makanan kesehatan, akupuntur, serta penerima The Star of Asia Awards, mengatakan, PROPOLIS sangat baik untuk kulit dan kesehatan secara keseluruhan, khasiatnya memang luar biasa dan efektif.
“Dengan mengkonsumsi PROPOLIS secara teratur, akar rambut menjadi lebih kuat. PROPOLIS mengatasi kulit kering membuat kulit tetap kenyal dan sehat serta menghilangkan keriput, sehingga tampak lebih awet muda. Selain itu, PROPOLIS dapat mengurangi flek hitam pada kulit, menghilangkan jerawat dan mengembalikan fungsi kolagen.” katanya.
PROPOLIS berasal dari resin yang dikumpulkan oleh lebah pekerja khusus yang tugasnya mencari resin dari daun yang baru tumbuh dan bagian kulit batang pohon tertentu. Oleh lebah pekerja di sarang, resin tersebut tersebut dicampur sedikit dengan lilin lebah, madu dan enzym sebelum akhirnya menjadi PROPOLIS.
PROPOLIS gunanya untuk menambal sarang lebah yang bocor dan memperkuat sarang. Selain daripada itu fungsi PROPOLIS yang tidak kalah pentingnya bagi lebah adalah untuk membungkus (memumikan) bangkai binatang yang masuk ke sarang lebah agar tidak menyebarkan penyakit. Jadi PROPOLIS dipakai oleh lebah untuk mensterilkan sarang, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur.
PROPOLIS mengandung ratusan bahan kimia alami dan para ilmuwan baru berhasil mengidentifikasi dan memberi nama sekitar 30-an dari bahan-bahan tersebut. Komposisi PROPOLIS yang baru dipanen dari sarang lebah umumnya terdiri dari kurang lebih 50% resin, 30% lilin lebah, 10% essential oils, 5% pollen dan 5% sisa-sisa tanaman.
Cara kerja PROPOLIS berbeda dari produk lain yang dihasilkan lebah. PROPOLIS menunjang sistem kekebalan tubuh dan menghalangi infeksi virus, jamur, dan parasit lain ke dalam tubuh. Dengan kata lain, PROPOLIS bekerja untuk membangun benteng pertahanan alami tubuh.
Keefektifan zat yang berkhasiat luar biasa ini bagi manusia telah terbukti melalui penelitian ilmiah di seluruh dunia. PROPOLIS berasal dari kata Pro (sebelum), dan Polis (kota). PROPOLIS di artikan “sebelum masuk sarang lebah”. Lebah menggunakan zat ini untuk melindungi sarangnya dari gangguan luar agar sarang yang berisi koloni larva lebah madu itu terlindung dari bahaya dan senantiasa steril.
Selama berabad-abad, lebah telah menggunakan PROPOLIS. Lebah membawa PROPOLIS ini ke dalam sarangnya, menambahkan sekresi mereka pada zat tersebut, serta menyebarkan zat yang telah diolah tersebut ke lekuk-lekuk di dalam sarang agar terlindung dari infeksi kuman dan bakteri. Para ilmuwan telah mendapati bahwa PROPOLIS ini mengemban sifat-sifat antibiotik yang mengagumkan. Karena kemampuannya mematikan kuman, PROPOLIS membantu penyembuhan gangguan kesehatan yang disebabkan infeksi mikroorganisme pada sistem pernafasan, radang paru-paru basah, dll.
Komentar : 3 Komentar »
Tag: awet muda, Hembing, PROF. Hembing Wijayakusuma
Kategori : AIR LIUR LEBAH
EFEK PROPOLIS TERHADAP KEMAMPUAN BAKTERISIDAL MAKROFAG PADA MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS INTRASELULER
24 06 2008|
THE EFFECT OF PROPOLIS ON MACROPHAGE INTRACELLULAR KILLING TO MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS Oleh: Dian Rachmawati |
Tuberkulosis merupakan suatu penyakit kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan dunia. Berkembangnya masalah immunocompromised berhubungan dengan AIDS serta meningkatnya prevalensi resistensi obat pada Mycobacterium tuberculosis. menyebabkan perlunya pemahaman terhadap patogenesis dan respons imun yang mengendalikan tuberkulosis guna pengembangan penatalaksanaan dalam mengatasi infeksi ini. Meskipun kemoterapi masih merupakan penatalaksanaan utama pada tuberkulosis, namun peran serta imunoterapi nmlai menarik perhatian.
Propolis (km lebah) merupakan suatu zat berbentuk resin yang dibuat oleh lebah madu dengan mengumpulkan berbagai zat dari tumbuhan dan dicampur dengan waxnya. Propolis mengandung cffeic acid phenehhyl ester (CAPE), yang memiliki efek imunomodulator dan dapat bekerja pada sistim pertahanan tubuh. menstimulasi proliferasi limfosit, menghambat transknpsi NF-Kappa B dan menginduksi produksi IL-1 dan 7NF-a oleh makrofag teraktivasi.
Sel fagosit utama yang herperan dalam melawan infeksi Mycobacterium tuberculosis adalah makrofag teraktivasi. Monosit dan makrofag pada tubuh inang diadaptasi sangat haik oleh Mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis adalah mikrorganisme intraseluler yang dapat menghindari mekanisme antimikrobial utama dari makrofag.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapal perbedaan kemampuan bakterisidat terhadap Mycobacterium ndrercu/osis intrascluler secara in vitro antara makrofag yang diperoleh dari individu sehat dengan yang dari penderita tuberkulosis, dengan dan taupa pemberian propolis selama masa inkubasi tertentu yaitu 24, 72, dan 168 jam).
Peripheral blood ru monrmlear cells (PBMC) diisolasi dan preparasi Milli) coal darah vena cubili individu sehat dan pasien tuberkulosis. Sel PBMC kemudian diletakkan di atas coverslip dalam sununan 24-well tissue culture plate dengan konsentrasi 10′ sel pet- surnuraa Sel-sel ntcansit kemudian dikultur selama 7 hari pada 37″C, 5% CO, pada RPMI yang disuplementasi dengan serum manusia 10% dari Penicillin 100 IU/ml. Pada hari keenam masa inkubasi. sel-sel makrofag distimmlasi 10 µg/ml propolis,.lalu Mycobacterium nrherculosis yang telah diopsonisasi mengganakan komplemen yang terkandung dalam serum manusia, diinfeksikan dalan kultur makrofag pada hari ke tujuh inkubasi tersebut.
Makrofag yang terinfeksi dilisis dengan aquadestilata untuk niengakhiri proses bakterisidal intraseluler_ Hasil lisis kemudian didilusi beberapa kali, kemudian ditanam pada Middlebrook 7H10 dan diinkuhasi selama 1-8 minggu pada 37°C, 5% CO, untuk menganati pertumbuhan Mycobacerium tuberculosis yang mungkin masih hidup. Koloni karakieristik yang tumbuh kemudian dihitung pada akhir minggu ketiga dalam satuan Colony Forming 1 inn (CFU).
Analisis statistika dilakukan dengan menggunakan I/Univariate Analysis of Variance dan Multivariate Test.
Hasil menunjukkan bahwa kemampuan bakterisidal intraseluler antara makrofag individu sehat dan penderita tuberkulosis yang tidak diberi propolis tidak berbeda. Tidak terdapat perbedaan kemampuan bakterisidal intraseluler pada makrofag yang diperoleh dan individu sehat antara yang diberi dengan yang tidak diberi propolis. Terdapat perbedaan kemampuan bakterisidal intraseluler pada makrofag yang diperoleh dari penderita tuberkulosis dengan pemberian propolis setelah 72 dan 168 jam inkubasi_ Setelah 168 jam inkubasi terdapat perbedaan kemampuan bakterisidal intraseluler antara makrofag yang diperoleh dari individu sehat dan yang dan penderita tuberkulosis dengan pemberian propolis (p < 0,05). Tidak ada intcraksi antara berbagai variabel dalam penelitian ini.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa efek propolis terhadap kemampuan bakterisidal makrofag pada Mycobacterium tuberculosis berbeda antara makrofag yang diperoleh dari individu sehat dengan yang dari penderita tuberkulosis setelah 168 jam masa inkubasi.
Pedu dilakukan studi in vitro dengan masa inkubasi bakterisidal intraseluler yang diperpanjang dan juga studi in vivo untuk mengetahui efek propolis pada pemberian peroral.
Komentar : Leave a Comment »
Tag: Mycobacterium tuberculosis, penyakit kronik, propolis, tbc
Kategori : AIR LIUR LEBAH
Komentar Terakhir